Seseorang sedang mem-port Dragon Quest III ke Sega Mega Drive
Minggu ini sebuah proyek penggemar menarik perhatian saya: seorang gamer yang dikenal sebagai junkatana sedang mengerjakan port tidak resmi Dragon Quest III untuk Sega Genesis / Mega Drive. Game aslinya rilis di Jepang pada 1988 untuk Famicom (dan di Amerika Utara sebagai Dragon Warrior III pada 1991), di tahun yang sama ketika Mega Drive diluncurkan di Jepang. Jadi, game ini kini mendapat rumah di konsol Sega, dan itu terasa simetris.
Saat ini jelas masih dalam tahap pengerjaan. Satu-satunya cuplikan adalah klip pendek yang dibagikan di X, dan tampilannya lebih mirip remake SNES 16-bit tahun 1996 daripada versi NES 8-bit yang asli. Tulisan pengantarnya bahkan menyebut game ini punya sedikit nuansa dan rasa seperti Chrono Trigger, dan klip itu menunjukkan game berjalan dengan kontroler Mega Drive.
Perubahan yang direncanakan meliputi sistem penyimpanan baru, toko baru, kastil dan penginapan baru, serta peningkatan suara. Satu pertanyaan yang belum terjawab adalah seberapa banyak AI yang dipakai. Penulisnya sendiri tidak bisa memastikan, dan hanya mencatat bahwa thumbnail YouTube tampak diubah dengan AI.
Saya menyukai proyek seperti ini karena berada tepat di titik pertemuan antara perangkat keras retro dan usaha para penggemar. Apakah proyek ini suatu saat akan menjadi ROM yang bisa dimainkan atau kartrid yang bisa di-flash orang, masih belum diketahui. Penulisnya mengatakan akan terus mengikuti pembaruan junkatana, terutama jika kode sumbernya dirilis. Saya juga akan mengikutinya.
Sumber: Retro Dodo
Saat ini jelas masih dalam tahap pengerjaan. Satu-satunya cuplikan adalah klip pendek yang dibagikan di X, dan tampilannya lebih mirip remake SNES 16-bit tahun 1996 daripada versi NES 8-bit yang asli. Tulisan pengantarnya bahkan menyebut game ini punya sedikit nuansa dan rasa seperti Chrono Trigger, dan klip itu menunjukkan game berjalan dengan kontroler Mega Drive.
Perubahan yang direncanakan meliputi sistem penyimpanan baru, toko baru, kastil dan penginapan baru, serta peningkatan suara. Satu pertanyaan yang belum terjawab adalah seberapa banyak AI yang dipakai. Penulisnya sendiri tidak bisa memastikan, dan hanya mencatat bahwa thumbnail YouTube tampak diubah dengan AI.
Saya menyukai proyek seperti ini karena berada tepat di titik pertemuan antara perangkat keras retro dan usaha para penggemar. Apakah proyek ini suatu saat akan menjadi ROM yang bisa dimainkan atau kartrid yang bisa di-flash orang, masih belum diketahui. Penulisnya mengatakan akan terus mengikuti pembaruan junkatana, terutama jika kode sumbernya dirilis. Saya juga akan mengikutinya.
Sumber: Retro Dodo
Komentar 0
Tinggalkan komentar pertama, dalam bahasa apa pun.
Masuk untuk berkomentar